-->

Senin, 25 Januari 2010

Pakar Vs Pakar

Senin, 25 Januari 2010


Kurang lebih seminggu kemarin, Indonesia kembali dipanasakan oleh kabar pembobolan sejumlah Anjungan Tunai Mandiri(ATM) di sejumlah daerah. kasus ini terungkap dari pengakuan beberapa nasabah dari beberapa Bank bahwa telah terjadi pengurangan saldo kas tabungan mereka tapi tanpa sepengetahuan mereka(pemilik). dari beberapa kasus kemudian terungkap bahwa sebenarnya kasus seperti ini telah banyak terungkap pada tahun 2009. bahkan kurang lebih 7 pelaku dengan 14 kasus telah terpecahkan.

itu sepintas mengenai kabar pembobolan ATM di berbagai daerah. Nah, sekarang saya mau menilik kasus ini dari satu sudut tambahan. siang tadi saya sempat mendengar sebuah kabar, kalau ternyata terjadi "persaingan" -- agak-- panas di antara Praktisi IT. yang paling seru adalah "berbicaranya" pakar TENAR Roy Suryo tentang keberanian Ruby Alamsyah mendemonstrasikan hipotesisnya mengenai bagaimana para pelaku pembobolan ATM yang diduga menggunakan alat Skimmer. Roy bahkan sempat "menyerang" Ruby karena mengira Ruby telah melanggar kode etik para "pakar" IT.

Ruby Alamsyah menyangkal telah menyebut dirinya sebagai ahli teknologi informasi (IT) Mabes Polri. Ruby mengatakan profesi dirinya yakni analis forensik digital yang bekerja sama dengan Kepolisian.

"Saya tidak pernah menyebut diri saya ahli IT di media mana pun. Tolong disebutkan di media mana saya disebut sebagai ahli IT Mabes Polri. Kalau ada nanti dikonfrontir, apakah ada rekamannya," kata Ruby ketika dikonfirmasi, Senin (25/1/2010).

Ruby menjelaskan, dirinya bekerja di PT Jaringan Nusantara yang memberikan servis layanan digital forensik. Salah satu klien di kantornya yakni penegak hukum seperti Kepolisian dan Kejaksaan.

"Saya bukan bagian dari penegak hukum. Mereka meminta request untuk menganalisa kasus. Seperti kasus Munir, Antasari, sampai Alda," jelas anggota International High Technology Crime
Association (HTCIA) ini.

Selama 3 tahun, lanjut Ruby, dia membantu Kepolisian di belakang layar. "Saya ke permukaan karena kasus mendapat perhatian penuh masyarakat," kata dia.

Ruby tidak mau berkomentar banyak soal "serangan" Roy Suryo. Namun Ruby memastikan dirinya tidak pernah melanggar kode etik profesinya dalam demo antisipasi pembobolan rekening nasabah bank di stasiun televisi.


0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk kebaikan Anda memperhatikan Saya...