-->

Sabtu, 13 April 2013

Ini Gosipku dari Wisma Batara Guru!

Sabtu, 13 April 2013
Salam Satu Nasib!!

*Sapu-sapu kerinduan dulu sebelum menulis "Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu pertama".

"Hei, apa kabar? Sehat? sama, saya juga masih sehat!"

*Sudah sapu-sapu, ungkapkan rindu dulu. Betapa rindu rasanya pada satu kehidupan lama yang divakumkan! Tak perlu mengingat buruknya tentunya.

Sudah sapu-sapu, sudah rindu-rindu, waktunya mi cerita-cerita. Tapi sebelum cerita, bolehkah saya meminta ijin kepada yang membaca untuk ikut di tema "SEKITAR RUMAHMU". Secara saya belum punya rumah kodong. Sementara masih tinggal di Wisma. Klo tidak diijinkan, tidak apa-apaji, tapi klo diijinkan, silakan klik

Yang baca ini pastimi mengijinkan, jadi terimakasih!

Yang isi kepalanya mirip isi kepalaku, ketika mendengar kata 'wisma' pasti akan memikirkan sesuatu yang enak (kadang-kadang). Jadi seperti itulah! :D

Diriku seorang Mahasiswa rantau yang harus meninggalkan rumah (orangtua) sejauh kurang lebih 600KM. Kurang lebih tiga tahun sudah rantauan (tahap dua) ini berlanjut dan kurang lebih dua tahun wisma ini kuhuni. Namanya 'Wisma Batara Guru'. Jelaslah wisma ini bukan wisma yang lampunya hanya 5 watt dan berwarna merah atau kuning. wisma ini wisma milik Pemda Kabupaten Luwu jaman dulu. Sudah lama dan barusaja sudah dimudakan. Sedikit banyak tahulah saya tentang mereka yang ada di sekitar Wisma.

Di sisi selatan wisma ada tetangga wisma yang (juga) baru saja memudakan rumahnya. Pagar batasnya dengan Wisma dijadikan dinding tinggi menyaingi tiingginya atap wisma. Pemiliknya namanya A-Yong / A Yonk / Ah Yoonk (panggil: ayongggg). Keturunan Cina. Masih lajang dan punya usaha jual barang campuran. Campuran bensin sama minuman. Mamaknya dipanggil Oma, punya satu adik yang kadang-kadang menjengkelkan. Sering diajak berkelahi tapi tidak mau. Pokoknya menjengkelkan itu anak. Biar Oma sering nabentak. Dulu ada anjingnya namanya Blacky, tapi pas sudah tahun baru tidak tau dimanami. Yang kuingat itu hari malam tahun baru ada roti isi campuran banyak racun dilempar kesebelah rumahnya Ayonggg. Masih pendek pagarnya itu hari. Tapi tidak pernahji iyya ada kabar kematiannya. Ayonggg paling malas klo diajak kerja bakti sama pak RT. Selalu selesaipi baru keluar. Maupi makan Gorengannya mamaknya Ikki baru keluar.

Mamaknya ikki tinggal depan rumahnya Ayonggg. Jual sekawanan karoppo' juga. tapi lebih rame karena kadang-kadang bikin gorengan. Bikandoang sering nabikin, tapi doang-nya naganti lombok hijau. *jadi apami namanya?*

Mamaknya Ikki orang Makassar, Bapaknya Ikki orang Pangkep. Itu rumah natinggali, rumahnya tantenya nasewa. Sebelum dia ada orang jawa yang tinggal disitu, tapi meninggal. Padahal masih banyak pinjamannya di Bank. Ada anaknya tapi kabur tidak bicara-bicara. Saya sussa...

Ikki anak laki-laki umur 3 tahun tapi jago maccewek. Klo ada pelanggannya Mamaknya datang, dia yang selalu Handle-ki. Maaf, pelanggan warung maksudku! Di warung Mamak Ikki juga sering jadi tempat nongkrongnya anak wisma. Klo mau ngopi tapi malas bikin sendiri. Sambil makan bikandoang tentunya. Sambil 'ngutang' juga. *ngutang = berutang, bukan pake kutang atau pegang kutang*

Sampingnya Mamak Ikki ada rumahnya Ci'. Keturunan cina juga, makanya sering dipanggil Ci'. Ada dua anaknya Laki-laki tapi tidak akrab sama anak wisma. Takut dikasi roti kayak Blacky mungkin. Padahal Blacky dikasi roti karena terlalu ribut itu malam. Dulu rumahnya hampir disita sama Bank karena ada sertifikatnya dipake sama orang, baru nunggak. Tapi tidak jadi, karena diblokir gerbang lorong sama anak wisma, jadi tidak berani masuk tukang sita. Anak wisma bantu karena ada juga sertifikat napegang Ci'. Bahayanya sertifikat ganda. Tengah kota lagi, bisanya itu.

Samping rumahnya Ci' (pas depan wisma), ada penjual air galon, Anton namanya yang punya, Petrus namanya yang biasa antar galonnya. Turunan Toraja-Palopo ini Anton. Sering anak wisma masuk rumahnya karena ada rental studio musiknya. Kayaknya takut-takut narasa itu klo mau main anak-anak, karena cantik istrinya. Langsing, Futih, turunan cina tapi tidak terlalu kelihatan mi cinanya. Kemanakannya Ci'. Anton ini yang sering kena "ranjau selokan" klo parkir mobil depan wisma.Apalagi klo tidak senyum turun dari mobilnya. Tungguimi itu ban mobil sama depan intu penuh lumpur got. Mau lewat mana masuk mobil??

Selangkah lagi  ke utara, ada lorong setapak. Di dalam situlah rumah Pak RT. Pak RT ada juga anaknya laki-laki, menjengkelin mukanya. Selalu pake celana jins ala-ala (alm) A. Rafiq padahal masih SMA. Pak RT ini yang gedor-gedor jendela depan Wisma dua kali sebulan. Maksudnya membangunkan anak Wisma untuk kerja bakti. Pas kerja bakti, seperti Ayongggg, pak RT maupi siang biasa baru kelihatan lagi. Pernah sekali, pagi masih sepi. Wisma sedang ramai, begadang terjadi hingga pagi itu kedatangan mentari. Pukul 6 kurang lebih, giliran kami Anak Wisma yang bangunkan Pak RT. Gedor-gedor pintu rumahnya pak RT sambil senyum-senyum 'patotoai'. Ternyata pak RT selalu tidur pagi. Dengan masih menggunakan sarung, Pak RT membuka pintunya. Tanpa basa-basi Pak RT kemudian menunjuk ke arah samping rumahnya lalu berkata, "disitu gerobak sama sekop". Padahal belumpi ditanya, maksudta juga gedor pintu biar terganggui. Awasko pak RT!!

Sebelah utaranya "lorong Pak RT" ada rumahnya Ijonk, anak 'tergaul' di lorong. Masih muda juga ajjinya. Sering bawa ceweknya (sama temannya ceweknya) ke rumahnya. Kadang-kadang bikin bebean Anak Wisma. Nah, rumah yang depan rumahnya Ijonk itu yang tidak terlalu akrab di lorong. Orang sibuk kayaknya. Malam baru kelihatan mobilnya terparkir di depan wisma. Hari libur juga tidak pernah terbuka pagarnya, padahal itu tembok rumahnya menempel di Wisma.
 
Ada juga tetangga satu belokan dari Wisma, Anis namanya. Sedikit agak stres tapi mau jadi preman. Seminggu bisa dua kali dihajar rame-rame, yang terakhir dua hari lalu. Dipukul sama Ijonk (pertamanya). Gegara ini Anis mabut i baru "nakata-katai" mamak ajinya Ijonk. Pernah juga ini Anis bertingkah, masa' itu embok wisma nagosok pake e'eenya (baca: tainya). Banyak lagi, sampai-sampai turun tangan Pak Polisi meneliti.

Sebelum kututup tulisan ini, aku ingin jujur bahwa tulisan ini kutulis sejak pagi tadi. Dan semoga saja gosip semacam ini diterima di mata dan hati pembaca sekalian. Terima kasih waktunya. Lain waktu tulisan ini akan diperbarui dengan lampiran foto rumahnya warga yang kusebut. Tapi tenangmi, e'eenya Anis sudah tidak ada jadi tidak akan dilampirkan.

Sekian! Sampai jumpa di #8MingguNgeblog edisi 2.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk kebaikan Anda memperhatikan Saya...