Ada cerita tentang kita
Di batas usia yang senggang
Aku muda kamu muda
Tetap ada rentang
Tiadalah sebuah rencana kita mengawali
Tiada pula itu kebetulan
Kusebutkan inilah takdir yang dikirim Tuhan
Di selipan pekerjaan yang manis
Aku suka kamu!
Begitu kataku bercanda
Sebelum kusadari seperti itu
Memang dari hati merasai
Kau tersenyum bebsa
Kita tidak berbalas
Kamu menyangkal,
Tetap berkata tidak merasa
Tapi begitulah kita,
Tetap memilih satu kerjaan
Tiada peduli perasaan
Tiada memihak percintaan
Atau apa kamu menunggu perselingkuhan?
Yang nanti kurencanakan di kamar kecil kantor kita..
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi Baru. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Maret 2012
Selasa, 07 Februari 2012
Gejala Sakit Jantung
Salam Satu Jiwa!!!
Merasakan sesuatu yang tidak nyaman terhadap tubuh terkadang membuat kita harus terdiam sejenak untuk kemudian memahaminya lebih jelas. Begitulah yang biasa terjadi pada seseorang yang akan terkena penyakit berat, yang kemudian membuatnya membutuhkan istirahat.
Penyakit bisa saja datang dari sumber yang tidak jelas. Maksudnya tidak begitu diketahui penyebab terjadinya. Apalagi jika orang yang diserang penyakit adalah orang yang tidak begitu prihatin akan sakit.
Salah satu penyakit yang proses terjadinya agak lumayan lama, tapi tidak begitu diperhatikan orang adalah sakit jantung. Penyakit ini tidak akan peduli menyerang siapa. Dan jika tidak kita perhatikan, maka akan berakibat fatal. Beberapa korban dari penyakit ini tidak akan menyangka karena gejala yang ditimbulkan tidak begitu terasa. Biasanya akan berproses lama dengan hanya terasa nyeri di salah satu bagian dada.
Kebanyakan juga yang menjadi korban (bahkan sampai meninggal) adalah mereka yang berpostur besar dan terlihat sehat. Sekali lagi itu karena gejala penyakit jantung tidak terlihat jelas dan berproses lama.
Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap penyakit ini! Jika ada waktu dan uang, sesekali periksakan kesehatan Anda di Rumah Sakit terkedat. Paling tidak Anda tidak terkena gejalanya. Atau jika Anda sering merasa nyeri di bagian dada, konsultasikan pada Dokter yang Anda kenal.
Demikian!
Merasakan sesuatu yang tidak nyaman terhadap tubuh terkadang membuat kita harus terdiam sejenak untuk kemudian memahaminya lebih jelas. Begitulah yang biasa terjadi pada seseorang yang akan terkena penyakit berat, yang kemudian membuatnya membutuhkan istirahat.
Penyakit bisa saja datang dari sumber yang tidak jelas. Maksudnya tidak begitu diketahui penyebab terjadinya. Apalagi jika orang yang diserang penyakit adalah orang yang tidak begitu prihatin akan sakit.
Salah satu penyakit yang proses terjadinya agak lumayan lama, tapi tidak begitu diperhatikan orang adalah sakit jantung. Penyakit ini tidak akan peduli menyerang siapa. Dan jika tidak kita perhatikan, maka akan berakibat fatal. Beberapa korban dari penyakit ini tidak akan menyangka karena gejala yang ditimbulkan tidak begitu terasa. Biasanya akan berproses lama dengan hanya terasa nyeri di salah satu bagian dada.
Kebanyakan juga yang menjadi korban (bahkan sampai meninggal) adalah mereka yang berpostur besar dan terlihat sehat. Sekali lagi itu karena gejala penyakit jantung tidak terlihat jelas dan berproses lama.
Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap penyakit ini! Jika ada waktu dan uang, sesekali periksakan kesehatan Anda di Rumah Sakit terkedat. Paling tidak Anda tidak terkena gejalanya. Atau jika Anda sering merasa nyeri di bagian dada, konsultasikan pada Dokter yang Anda kenal.
Demikian!
Selasa, 17 Mei 2011
Bercinta yang Biasa-Biasa
Salam Satu Jiwa!!!
Percintaan cobalah kamu paksakan! Maka suatu hari nanti akan kita rasakan dunia yang hanya berdua kita disana. Suatu ketika dimalam hari, saya diperkenalkan seorang teman dengan seorang temannya yang wanita. Seorang mahasiswi dari sebuah universitas. Hanya berkenalan biasa awalnya. Tak ada yang menonjol, kecuali tonjolan yang sudah lama kubawa.
Di dua malam setelah malam itu, intensitas pertemuanku dengan si wanita ternyata semakin padat. Sudah tiga malam berturut-turut. Tapi jujur itu masih biasa saja. Masih tak ada yang berubah dari hari sebelumnya, kecuali tonjolan itu. Beberapa jam bersamanya (dalam keramaian) di malam itu, ternyata perbincangan makin seru. Tapi tetap, itu masih di batas biasa saja.
Dia tidak begitu rupawan. Tidak begitu baik juga, menurut "perhatianku". Tapi tak apalah. Mumpung dia mau kuajak jalan (ramai-ramai). Daripada sepi menurutku. Kemudian beberapa hari berselang, tiga hari setelah malam terakhir kutemui dia. Di sebuah akhir pekan kuajak lagi dia ketemuan. Berdua waktu itu. Kuajak kemudian berkeliling Kota. Santai saja. Dan masih tak ada apa-apa. Biasa-biasa saja.
Tiga minggu berselang perkenalan. Semakin hari makin kuat perasaanku. Perasaan yang tak biasa kurasakan ketika melihat gadis. Apalagi mengenalnya lebih dekat dan menjadualkan pertemuan. Perasaan itu sebenarnya terkadang juga kurasakan. Hanya saja pada wanita tertentu saja. Hanya wanita yang berebeda saja yang bisa buatku seperti itu. Merasakan hal yang biasa-biasa saja.
Di suatu hari kemudian, kusimpulkan : ternyata perasaan pada setiap wanita itu bisa berbeda-beda. Mungkin di sepuluh wanita pertama yang kutemui, kubisa merasakan taburan merah muda berhamburan. Menghiasi kesenangan yang dumba'-dumba', tapi kemudian di satu atau dua wanita berikutnya akan kurasakan perasaan yang biasa-biasa saja. Tak ada yang spesial. Bahkan untuk menggodanya saja aku tak nafsu.
Ini bukan kesombongan, hanya saja perasaan itu memang perlu dipahami.
__________________________________________________
Percintaan cobalah kamu paksakan! Maka suatu hari nanti akan kita rasakan dunia yang hanya berdua kita disana. Suatu ketika dimalam hari, saya diperkenalkan seorang teman dengan seorang temannya yang wanita. Seorang mahasiswi dari sebuah universitas. Hanya berkenalan biasa awalnya. Tak ada yang menonjol, kecuali tonjolan yang sudah lama kubawa.
Di dua malam setelah malam itu, intensitas pertemuanku dengan si wanita ternyata semakin padat. Sudah tiga malam berturut-turut. Tapi jujur itu masih biasa saja. Masih tak ada yang berubah dari hari sebelumnya, kecuali tonjolan itu. Beberapa jam bersamanya (dalam keramaian) di malam itu, ternyata perbincangan makin seru. Tapi tetap, itu masih di batas biasa saja.
Dia tidak begitu rupawan. Tidak begitu baik juga, menurut "perhatianku". Tapi tak apalah. Mumpung dia mau kuajak jalan (ramai-ramai). Daripada sepi menurutku. Kemudian beberapa hari berselang, tiga hari setelah malam terakhir kutemui dia. Di sebuah akhir pekan kuajak lagi dia ketemuan. Berdua waktu itu. Kuajak kemudian berkeliling Kota. Santai saja. Dan masih tak ada apa-apa. Biasa-biasa saja.
Tiga minggu berselang perkenalan. Semakin hari makin kuat perasaanku. Perasaan yang tak biasa kurasakan ketika melihat gadis. Apalagi mengenalnya lebih dekat dan menjadualkan pertemuan. Perasaan itu sebenarnya terkadang juga kurasakan. Hanya saja pada wanita tertentu saja. Hanya wanita yang berebeda saja yang bisa buatku seperti itu. Merasakan hal yang biasa-biasa saja.
Di suatu hari kemudian, kusimpulkan : ternyata perasaan pada setiap wanita itu bisa berbeda-beda. Mungkin di sepuluh wanita pertama yang kutemui, kubisa merasakan taburan merah muda berhamburan. Menghiasi kesenangan yang dumba'-dumba', tapi kemudian di satu atau dua wanita berikutnya akan kurasakan perasaan yang biasa-biasa saja. Tak ada yang spesial. Bahkan untuk menggodanya saja aku tak nafsu.
Ini bukan kesombongan, hanya saja perasaan itu memang perlu dipahami.
__________________________________________________
Rabu, 04 Mei 2011
Kiriman Berat
Salam Satu Jiwa!!!
Kesenangan tersendiri akan terasa ketika seseorang menilai kita dengan pujian yang tinggi. Itu bisa menjadi sebuah motivasi dan kesombongan baru. Tak bisa dipungkiri sifat dan gaya itu. Karena itulah yang sering terjadi.
Beberapa hari lalu, dari seseorang datang sebuah pujian untuk saya. Pujian itu disampaikan setelah seringkali membaca beberapa tulisanku (yang saya juga bingung dia temukan dimana). Pujian itu dia kirimkan melalui "pesan" di facebook-ku.
Yang menurutku unik dari pujian ini adalah ketika di akhir pujian tersebut kemudian dia sisipkan sebuah "cerita" yang dia tulis. Si Pengirim kemudian meminta saya untuk mengoreksi tulisan tersebut. "Waoww! Hebatnya saya dimana?" Begitulah kurang lebih pertanyaanku (dalam hati).
Setelah membaca berulang tulisan tersebut, saya hanya terdiam. Karena ini adalah pesan "terberat" yang pernah kuterima. Harus mengoreksi tulisan seseorang sedangkan saya sendiri adalah orang yang belum pernah bisa menulis dan sukses.
Kepada pengirim pesan : Terima kasih! pujianmu kesombongan baru untukku.
____________________________________________________
Kesenangan tersendiri akan terasa ketika seseorang menilai kita dengan pujian yang tinggi. Itu bisa menjadi sebuah motivasi dan kesombongan baru. Tak bisa dipungkiri sifat dan gaya itu. Karena itulah yang sering terjadi.
Beberapa hari lalu, dari seseorang datang sebuah pujian untuk saya. Pujian itu disampaikan setelah seringkali membaca beberapa tulisanku (yang saya juga bingung dia temukan dimana). Pujian itu dia kirimkan melalui "pesan" di facebook-ku.
Yang menurutku unik dari pujian ini adalah ketika di akhir pujian tersebut kemudian dia sisipkan sebuah "cerita" yang dia tulis. Si Pengirim kemudian meminta saya untuk mengoreksi tulisan tersebut. "Waoww! Hebatnya saya dimana?" Begitulah kurang lebih pertanyaanku (dalam hati).
Setelah membaca berulang tulisan tersebut, saya hanya terdiam. Karena ini adalah pesan "terberat" yang pernah kuterima. Harus mengoreksi tulisan seseorang sedangkan saya sendiri adalah orang yang belum pernah bisa menulis dan sukses.
Kepada pengirim pesan : Terima kasih! pujianmu kesombongan baru untukku.
____________________________________________________
Jumat, 29 April 2011
..Menulis Dunia Maya...
Salam Satu Jiwa!!!Menulis adalah melampiaskan hasrat, perasaan, emosi, dan kedewasaan melalui tulisan dan rangkaian kata, kemudian membiarkan orang untuk membacanya dan menikmatinya (salah satu definisi Menulis menurut Saya sendiri, hahahai).
Melampiaskan perasaan dengan menulis bisa dilakukan kapan saja. Macam-macam tulisan juga bisa kita temukan dan ciptakan sendiri. Beberapa contoh jenis tulisan yang sudah banyak kita temukan sejak dulu antara lain : puisi, sajak, pantun, cerpen, cerpan, dan lain-lain.
Tulisan-tulisan tersebut bisa kita temukan dimana saja. Di rumah, di jalan, di kantin, bahkan di dunia yang maya. Dunia maya seringkali menjadi media yang ramai dengan berbagai tulisan. Satu-satunya batasan menulis di dunia maya adalah jika tulisan yang kita tulis adalah tulisan yang mengandung unsur SARA negatif.
Beberapa Penulis besar juga "membesarkan" tulisannya di dunia maya. Baik itu Penulis dari Indonesia maupun dan luar Indonesia. Melalui dunia maya para Pemula dalam dunia menulis bisa menerima banyak masukan dari pembacanya. Jadi, tidak ada ruginya menulis di dunia maya. Itu saja. Terima kasih!!!
_________________________________________________
Senin, 24 Januari 2011
Raja Terhakimi

Dikala bertahta di atas kepala
Bosan juga datang menyentuh dada
Hati tak ingin diganggu sepertinya
Karena jenuh ini akan lama
Apa ada yang ingin marah?
Silahkan saja dan kulawan
Kau pikir aku tak begitu kuat?
Tiang kesombongan kupunya banyak
Aku raja yang kepanasan
Dalam bosan yang merajalela
Kala hujan istirahat sejenak
Di hari kerja awal pekan
Aku ingin dimengerti sesaat saja
Biarkan raja bahagia sesaat
Sudah lama kau kupuaskan
Apa kurang yang kuberikan?
Kepada penguasa pemegang kendali :
Aku tahu aku pintar
Tak selayak kau perlakukan
Bak perampok yang dihakimi
Ingatlah aku seorang raja
Bisa bernyanyi di atas ranjangmu
Kuberikan segala maumu
Kala bosanku sedang kepanasan
Dan itulah puncak,
Aku berpasrah...
--
Minggu, 23 Januari 2011
Ulasan (Puisi) Gadis 90.000
Salam Satu jiwa!!!Beberapa hari lalu (Jum'at, 21/01/11) saya sempat menulis sebuah (anggaplah) Puisi dengan judul Gadis 90.000. Puisi ini merupakan puisi yang terinspirasi dari satu cerita di satu malam. Malam itu berawal dari sebuah ajakan di sore hari oleh dua rekan kerja saya. Yang ternyata telah mendapat ajakan dari rekan kerja dari kantor yang berbeda.
Sore itu melalui teman sekantorku mendapat telepon dari teman seprofesi yang berada di unit kerja lain. Dari pembicaraan telepon yang sebenarnya hanya diawali dengan candaan, akhirnya berujung janji untuk ketemuan. Mereka kemudian menyepakati pertemuan di unit kerja teman yang tadi menelepon. Diajaklah aku oleh rekan seunit. Tanpa banyak tanya lagi akhirnya (aku sebagai junior) ikut ke pertemuan yang mereka rencanakan.
Kupacu motorku. mengikuti dua motor rekanku di depan. Sesekali aku berteriak bermaksud untuk membatalkan "iya"ku ketika diajak tadi. Tapi pembatalan tak dihiraukan. Pokoknya aku ahrus ikut. Seperti yang mereka teriakkan dari motor masing-masing.
Perjalanan terus dijalani. Beberapa menit kemudian saya tiba di unit yang sudah menjadi tempat perjanjian (hallahhh, sok zkali) mengikuti dua rekanku yang sudah tiba lebih dulu. Kulihat Beberapa senior yang sudah biasa kutemui meskipun belum bekrenalan secara FORMAL. Ada juga SEBAYAKU yang juga anak baru di tempat ini. Dia terlihat begitu polos. Jelas sekali terlihat bahwa dia hanyalah korban ikut-ikutan.
Kuperkenalkan diriku pada senior-senior yang belum kukena;. kujabat satu persatu tangan mereka. ternyata hanya da 3 tangan yang kujabat, ini artinya hanya ada tiga orang yang belum kukenali sebelumnya.
Masih dalam keadaan "asal ikut", aku kemudian masuk kedalam mobil seorang rekan yang menjadi leader di malam itu. Beberapa menit lalu sudah kutahu tujuan pertemuan ini dari rekan yang seunit denganku. Perjalan ternyata baru dimulai. Tujuan utama (katanya) adalah untuk melepaskan kepenatan seharian di kantor. Refleksi, itulah tujuannya.
Beberapa menit kemudian (setelah maghrib berlalu). Tibalah kita di satu tempat yang ketika kumasuki kulihatlah beberapa lelaki yang sedang Fitness (olah raga --ceritanya).
Waduwh!! seruku. Kutanya kemudian ke salah satu temanku. Inikah tujuan kita? Kemudian dijawabnya, "oh, Bukan!". Beberapa saat di awal aku mengira inilah tujuanku. Ternyata tak berhenti sampai disitu. Sang Leader kemudian menaiki tangga menuju lantai kedua. Di lantai kedua aku dan rekan-rekanku kemudian disambut oleh seorang wanita (yang agak gendut). Tersenyum, itulah sapaannya.
Setelah disambut, kulihat Leaderku kemudian berbicara dengan si wanita. Entahlah apa yang dibicarakan. Aku hanya terdiam di ujung tangga. Sesekali melirik ke atas. Sesekali pula kulihat ada wanita muda yang berjalan. Beberapa menit kemudian aku dipanggil Si Leader. Disodorkan sebuah album foto kehadapanku. Kubuka satu persatu lembarannya. Dan Merekalah Para Gadis yang fotonya terpajang di album. Masing-masing teman kemudian ingin memilih satu-satu. Tapi sayangnya foto yang tersedia hanya beberapa saja yang ada orangnya. Beberapa sedang bekerja kata si wanita penjaga. Beberapa juga lagi libur, masih kata si wanita penjaga.
Malam di tempat pertama kemudian kami batalkan. Si Leader kemudian mengajak kami menuju tempat berikutnya. Tempat kedua yang kami singgahi ternyata tutup. Entahlah tutup karena apa. Aku juga tak tahu.
Perjalanan dilanjutkan ke sebuah Hotel (itu yang tertulis di depan gedung yang kudatangi). Kami mulai turun dari mobil Si Leader. Jalan perlahan memasuki koridor hotel. Tampilannya tidak jauh beda dengan tempat pertama tadi. Hanya saja di lantai dasar tempat ketiga ini sedikit berbentuk lobi hotel. Menggambarkan tulisan di depan tadi.
Di lantai dua hotel kemudian saya memasuki ruang kecil yang di dalamnya terdapat satu meja yang dibelakangnya duduk seorang wanita lumayan tua. Si Leader kemudian bertemu dengan si ibu. Disodorkan lagi album yang isinya hamir sama denngan tempat pertama tadi. Dua album berisi foto-foto para Gadis. Dari sini saya memastikan bahwa inilah yang dinamakan PANTI PIJAT. Tak kutanyakan lagi tulisan kata HOTEL di depan tadi.
Dalam posisi duduk aku kemudian beroikir, apa yang kulakukan malam ini? apa ini yang dinamakan refleksi di Kota ini? Jauh dari bayanganku. Kemudian tibalah giliranku untuk membuka lembaran album foto para gadis. Sebelumnya semua temanku sudah meletakkan telkunjuknya di atas foto gadis pilihan masing-masing. katanya itulah yang akan melakukan refleksi ke masing-masing temanku.
Dalam keadaan sedikit masih berpikir waras, aku kemudian membuka satu persatu lembaran album foto yang diberikan padaku. Semua berisi gadis muda yang menurutku tak begitu kuat untuk memijat. Beberapa lembar kubolak-balik kubuka. Tibalah aku di satu lembar yang fotonya terlihat jauh lebih tua dari gadis-gadis yang lain. Tubuhnya lumayan besar. Dalam pikirku, inilah yang pijatannya paling kuat. dalam keadaan polos ini kemudian aku menunjuk foto Gadis pilihanku di malam itu.
Setelah semua memilih, seorang lelaki yang sepertinya bertugas mengantar kami (para tamu hotal) menuju ke kamar masing-masing. Saat itu aku sudah berada dalam keadaan telah mengerti inti dari malam itu. Kumasuki kamarku. Inilah Kamarku. Tak ingin kulihat nomor kamarnya agar tak tersimpan banyak memori tentang malam itu.
Beberapa menit sendiri di dalam kamar hotel akhirnya berakhir setelah seorang Gadis (tua) membuka pintu kamar dan masuk. Kulirik dari bawah ke atas. Wajahnya yaa itu GADIS TUA, rambutnya panjang, hidungnya lumayan lah, dan yang pastinya pilihanku untuk dipijat malam itu tidak salah. Ototnya lumayan menantang. Pahanya terlihat agak besar dari rok mini yang dipakainya. Tak usahlah kusebutkan celana dalamnya yang mengintip ketika dia harus duduk.
Aku hanya terdiam. Perlahan dia membuka pembicaraan dengan memainkan tombol lampu. Lampu kamar dia matikan, kemudian dia nyalakan lagi. Tak kuhiraukan sampai dia bertanya, "Lampunya kita matikan atau kita nyalakan?" Aku terdiam, lalu menjawab : "matikan saja!" dan petualangan malam itu dimulai.
Dengan jelas dia memberikanku sebuah handuk putih. Kemudian memberikanku pilihan, Inginmembuka semua celana atau pake celana dalam? itu tanyanya padaku. Dalam gelap kemudian kupilih untuk tetap memakai celana(dalam)ku. Perlahan dia memijati telapak kakiku. dan terus memijati sampai semua dia pijat.
----------Bagian Ini Kita SENSOR saat ini. Nantikan Ceritanya di Postingan berikut----------
Setelah dipijat, kutinggalkan kamar Hotel. Si Leader sudah keluar dari kamarnya juga. Tapi temanku yang lain belum tampak batang hidungnya. Beberapa menit kutunggu di ruang tempatku tadi memilih "gadisku", akhirnya semua berkumpul lagi. dan masing-masing menyodorkan uang untuk pijat yang didapatkan masing-masing. Ternyata nilai yang harus dibayar semuanya sama, 90.000 rupiah saja. Dan kami pulang.
Jumat, 21 Januari 2011
Gadis 90.000
Suatu ketika nafsu hadirBerdiri di barisan para Jenderal Penikmat
Dan Gadis-gadis keluar dari sarangnya
Yang mengurung mereka di waktu luang
Adakah aku yang ikut sadar diri?
Menanti giliran memilah Pilihan
Dari lembar satu
Ke lembar berikut di album maksiat
Rupa ayu yang disajikan
Ibu Mujikari yang terhormat
Senandung senyum kuterima
Dalam angka yang ditawarkan
Itu harganya
Murah,
Itu dalam hitungan tak berpikir
Sembilan puluh ribu itu mahal kukeluarkan
Dalam hari-hariku untuk makan
Meskipun santai saja seperti biasa
Cantik,
Itu dalam lihatku yang tak berpikir
Aku punya banyak
Kusimpan dimana-mana
Bisa kugerayangi kapan saja
Nikmat,
Itu nuansa,
Tatkala aku di dalam kamar
Terbaring lemas,
Menikmati Sang Gadis
Minggu, 16 Januari 2011
Aku Ingin Menjadi...... (1)
Salam Satu Jiwa!!!Bercerita tentang profesi, mungkin tidak semua orang pernah melakoni berbagai profesi yang berbeda-beda bidang kerjanya. Mungkin ada yang hanya bisa melakoni satu peran yang itu juga didapatkannya dengan susah payah. Harus jungkir balik. Mungkin juga ada yang memang merencanakan sejak lama untuk berprofesi di satu bidang saja. Dan beberapa orang memang hanya bisa "bermain" di satu profesi saja.
Tulisan saya kali ini akan menceritakan cerita seseorang yang bisa melakoni berbagai profesi dalam satu waktu. Dan Profesi yang dia lakoni termasuk profesi yang SULIT dilakukan orang, apalagi jika dilakukan bersamaan dengan beberapa profesi.
Awalnya dia hanya seorang Alumni SMA yang selalu "buntu" dalam pelajaran berhitung, menghitung, dan pelajaran-pelajaran yang membutuhkan analisis mendalam. Terbukti setiap kali pembagian hasil tes untuk pelajaran Akuntansi dia tak pernah LULUS. Ditambah lagi ketika dia memperoleh nilai 5,00 untuk Pelajaran Matematika di Ujian Nasional. Secara umum dia memang dikenal sebagai anak lelaki yang santai dalam belajar, tak pernah terlihat serius dan lebih sering terlihat membantah Gurunya ketika pahamnya tak sejalan dengan para Guru.
Setelah Lulus SMA, Si Anak kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil jurusan perkuliahan yang peminatnya hanyalah mereka yang hobi berhitung, Jurusan Matematika. Ketika kuliah Si Anak masih saja membawa sifat santainya di SMA. Debat tak sepaham dengan dosen juga sering dilakukannya. Bahkan awal kuliah dia pernah meninggalkan kelas karena merasa yang disampaikan dosennya bukanlah hal yang benar dan hanya akan membuat para mahasiswa terlihat sebagai pecundang, termasuk dirinya.
Dipertengahan semester 2 kuliahnya, Si Anak kemudian menambah kegiatan hariannya dengan Bekerja sambilan di sebuah koperasi. Si Anak ternyata berperdan penting sejak berada di perusahaan tersebut. Dia Menjadi seorang Assistant Manager. Bukan Posisi yang mudah tentunya. Apalagi itu dilakukan hanya paruh waktu. Dan sambil kuliah. Sebagai Assistant Manager Si Anak harus memeriksa 4 jurnal pembukuan transaksi perusahaan dalam sehari dan mengisi 2 jurnal lainnya.
Menjalani dua profesi yang berbeda dalam satu waktu ternyata tidak membuat Si Anak terlihat Pusing dan susah. Bahkan dia masih terlihat santai dan tenang. Beban di kepalanya tidak begitu berat sepertinya.
Waktu terus berjalan, Si Anak kemudian dipercayakan oleh dosennya untuk membuat soal matematika untuk Lomba Matematika setingkat provinsi. Tawaran diterimanya, masih dengan santai dan tenang. Begitu Lombanya selesai, Dosen dan Jurusannya mendapat banyak pujian dari para Peserta. Termasuk proses lomba yang bagus dan rapi.
WAKTU masih berjalan di ketenangan dan Kesantaian. Si Anak kemudian memasuki Tahun ke-3, tepat di semester 5 kuliahnya. SI Anak kemudian diterima sebagai Tenaga Guru Honorer di sebuah sekolah yang hampir semua pengajar ingin mengajar disana. Entahlah apa alasan Sekolah itu menerima Si Anak tapi yang jelas waktu itu Si Anak diterima sebagai Guru yang mengajarkan Komputer dengan materi khusus Desain Web. Satu materi yang sangat jarang ditahu guru komputer yang lain.
Sejak saat itu Si Anak melakoni tiga Profesi yang berbeda : Seorang Mahasiswa Jurusan Matematika, Seorang Assistant Manager yang tiap hari berurusan dengan Uang, dan Seorang GURU yang mengajarkan materi komputer.
Secara pikiran kasar, tidak mungkin seorang anak yang nilai Matematikanya 5,00 akan mengambil perkuliahan yang setiap hari membahas Matematika. Tidak mungkin seorang anak yang selama SMA tidak pernah LULUS pada mata pelajaran Akuntansi kemudian dipercaya sebagai Assistant Manager yang memeriksa jurnal transaksi di sebuah Koperasi yang beraset besar. Dan mungkin saja tidak akan dipercaya orang jika ada seorang anak yang menjadi seorang GURU pelajaran yang ketika di kelas hanya berdebat dengan guru dan dosennya. Tapi itulah faktanya, bahwa MUNGKIN saja seseorang bisa melakoni berbagai profesi dalam satu waktu, meskipun orang-orang melihatnya TAK BISA.
--Selanjutnya akan ada CERITA tentang bagaimana si anak mengatur waktunya--
Jumat, 07 Januari 2011
Hujan Bubarkan Percintaan
Salam Satu Jiwa!!!
Ini adalah satu kisah dimana berdiri seorang lelaki memandang laut yang luas. Berdiri bersanding dengan sang Ratu pujaannya. Menikmati buih-buih yang saling menepi. kejar-kejaran menerpa dinding bendungan di tepian pantai. Riuh gemuruh angin yang kencang mengakhiri percintaan.
Suatu saat Sang Lelaki berdiri. Menatap lahit dengan harapan besar, Langit menumpahkan seorang gadis dengan paras yang cantik. Sekian lama sang lelaki hidup menyepi. Dalam kesendirian hati. Tak bersanding lagi dengan sang ratu yang telah lama berpisah jauh dengannya.
Di satu masa ketika sang lelaki mendapat kabar akan ada waktu berjumpa dengan sang gadis. Riang gembira, haru meratap. menangis hampir saja, sayangnya dia sadar dia lelaki. Setelah panjang penantian, akhirnya itu tiba. waktu yang menjadi semangat baru akhirnya tiba juga. Segala kebaikan yang dimaksudkan akan dipuji sang Gadis, pun dipersiapkan oleh sang lelaki. Serasa diri berdiri di podium tertinggi dari satu kompetisi.
Laju motor pinjaman kemudian dikencangkan. Tak sabar hati ingin menggodai. garis besar yang dia mau akhirnya wujud. Sang Lelaki mengajak Si gadis berlabuh di keindahan pantai, di bawah sinar bulan yang enggap muncul. Kemudian perlahan angin kencang berdatangan, meniup dan membawa desiran hujan. Perlahan-lahan, kecil-membesar, dan akhirnya tumpah. Menikmati Langit Berpesta. Menyalurkan hujan yang sangar... Menerpa, bubarkan aku yang lagi kasmaran...
#CatatanBersamaLya
untuk scrollbar
Ini adalah satu kisah dimana berdiri seorang lelaki memandang laut yang luas. Berdiri bersanding dengan sang Ratu pujaannya. Menikmati buih-buih yang saling menepi. kejar-kejaran menerpa dinding bendungan di tepian pantai. Riuh gemuruh angin yang kencang mengakhiri percintaan.
Suatu saat Sang Lelaki berdiri. Menatap lahit dengan harapan besar, Langit menumpahkan seorang gadis dengan paras yang cantik. Sekian lama sang lelaki hidup menyepi. Dalam kesendirian hati. Tak bersanding lagi dengan sang ratu yang telah lama berpisah jauh dengannya.
Di satu masa ketika sang lelaki mendapat kabar akan ada waktu berjumpa dengan sang gadis. Riang gembira, haru meratap. menangis hampir saja, sayangnya dia sadar dia lelaki. Setelah panjang penantian, akhirnya itu tiba. waktu yang menjadi semangat baru akhirnya tiba juga. Segala kebaikan yang dimaksudkan akan dipuji sang Gadis, pun dipersiapkan oleh sang lelaki. Serasa diri berdiri di podium tertinggi dari satu kompetisi.
Laju motor pinjaman kemudian dikencangkan. Tak sabar hati ingin menggodai. garis besar yang dia mau akhirnya wujud. Sang Lelaki mengajak Si gadis berlabuh di keindahan pantai, di bawah sinar bulan yang enggap muncul. Kemudian perlahan angin kencang berdatangan, meniup dan membawa desiran hujan. Perlahan-lahan, kecil-membesar, dan akhirnya tumpah. Menikmati Langit Berpesta. Menyalurkan hujan yang sangar... Menerpa, bubarkan aku yang lagi kasmaran...
#CatatanBersamaLya
untuk scrollbar
Sabtu, 01 Januari 2011
Menyambut Waktu Baru
Salam Satu Rasa!!!
Sejenak Melintasi Waktu
Bersama Keramaian baru yang asyik
Menunggu tepat yang sungguh untuk berpijak
Adakah hari baru ini Indah nantinya??
Kesadaranku hinggapi satu kebetulan
Di batas kesibukan dan bosan
Merenung,
Coba merasakan lebih dalam
Ini kepuasan atau kemeriahan
Antarkan aku mengiri
Sendu pasrah masa ini
Alangkah haru kurasakan
Keramaian baru yang asyik
Dalam melewati waktu yang baru
Ada Sahabat yang baru
Beri nuansa warna,
Yang merah muda...
--Melanjutkan kesenangan--
#01012011#
Sejenak Melintasi Waktu
Bersama Keramaian baru yang asyik
Menunggu tepat yang sungguh untuk berpijak
Adakah hari baru ini Indah nantinya??
Kesadaranku hinggapi satu kebetulan
Di batas kesibukan dan bosan
Merenung,
Coba merasakan lebih dalam
Ini kepuasan atau kemeriahan
Antarkan aku mengiri
Sendu pasrah masa ini
Alangkah haru kurasakan
Keramaian baru yang asyik
Dalam melewati waktu yang baru
Ada Sahabat yang baru
Beri nuansa warna,
Yang merah muda...
--Melanjutkan kesenangan--
#01012011#
Langganan:
Postingan (Atom)
Dewasa
Waktu berjalan cepat, di usia ini dewasa bukan keinginan, dia kewajiban, tak bisa dihindari.. tak bisa dipungkiri, ini akan dilewati, apapun...
-
Ketika halaman lama kubuka, betul disitu ada kenangan.Ya jelas tersenyum sendiri, itu karena rindu yang membatu, rindu yang dipaksa diam, o...
-
Salam Satu Jiwa!!! Pulau yang tidak berpenghuni. Berukuran kecil. Dan Indah. Itu sebagian gambaran ketika mendapat ajakan untuk melakukan pe...
-
Salam satu Jiwa!!! Apa kabar kampungku? Begitulah sapaku dalam hati ketika berhela sejenak sesaat setelah tiba sore kemarin (22/04/11). Perj...