kemarin aku membayangkan tahun ini adalah puasa pertamaku
dimana kursi meja makan akan terisi aku, ibuku, dan istriku yang memangku anakku
Sahur pertama seperti itu, lalu buka puasa pula seperti itu
Aku tak pernah membayangkan akan seperti tahun-tahun sebelumnya
Satu dekade lamanya
Sahur dari sisa makan malam semalam
Kukira sudah berakhir
Takdirnya tetap sendiri..
Sahur yang seindahnya disiapkan Istri
Sementara kumainkan anakku yang subuh-subuh pasti begadang
Dengan suara neneknya yang mengaji menyamankan
Anakku kini berusia 45 hari
Baru kujumpai 2 kali
Hari ini sabtu ketiga tanpa bersua langsung
Kata ibunya dia sudah bisa menyahut
Sudah makin besar, sudah pandai merindu Bapaknya
Sudah lama sekali
Seharusnya 45 hari itu setiap hari kugendong dia
Titipan yang pernah kuminta ke Tuhan
Nak, tenang saja kamu di situ
Yang terjadi kini, semua demi kebahagiaan.
Antang, 25 April 2020# 12.21