Telah mengalir sebuah rasa di hatiku
yang tak biasa kurasa
Ia teruss mengalir
meneus celah-celah kalbuku
Kuumenyelam menyelamm di airnya yang keruh
berenang mencari tepian jernih
walaupuun dengan keadaannya yang ssuram
Tak kuasa kumenahan sesak
Namun, tepian yang jenih tak kunjung tiba
Bahkan, aku tenggelam dan tertusuk
Tuusukannya kian dalam, dalam, dan dalam
Hingga melarutkanku di dalamnya
kini kulaarut tak berdaya dalaam buuaaian asmmara
asmara yan terpendam
asmaraa yang tak terungkap
kunikmati asmarakuu dari satu sisi.
Jumat, 25 November 2005
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Dewasa
Waktu berjalan cepat, di usia ini dewasa bukan keinginan, dia kewajiban, tak bisa dihindari.. tak bisa dipungkiri, ini akan dilewati, apapun...
-
Ketika halaman lama kubuka, betul disitu ada kenangan.Ya jelas tersenyum sendiri, itu karena rindu yang membatu, rindu yang dipaksa diam, o...
-
Salam satu Jiwa!!! Apa kabar kampungku? Begitulah sapaku dalam hati ketika berhela sejenak sesaat setelah tiba sore kemarin (22/04/11). Perj...
-
Salam Satu Jiwa!!! Pulau yang tidak berpenghuni. Berukuran kecil. Dan Indah. Itu sebagian gambaran ketika mendapat ajakan untuk melakukan pe...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih untuk kebaikan Anda memperhatikan Saya...