Neraka katanya panas
Berisi banyak sisa kehancuran dan kesenangan
Kerajaan para iblis yang berdoa
Mereka di sanalah berkuasa
Lama sampai mereka menyiram api yang membakarnya
Dan tersadar itu juga punyaku
Syurga katanya putih
Sejuk bersinar berkilauan indah
Tempat para malaikat syujud khusyu'
Lama sebelum mereka sadar itu punyaku juga
Di sisi lain :
Apa kabar dunia?
Menuju apa kamu nanti?
Kudengar di akhirat ada neraka dan syurga
Neraka itu tempat pendosa
Tempat mereka mencuci dosa
Tempat mereka dipanggang dan dicincang
Parah, berdarah-darah
Syurga itu bersih
Tempat Pesuci berdendang
Tertawa sambil berzikir
Lalu Tuhan memujinya kembali
Dengan medali romantis disayang Tuhan
Kemudian bertanya :
Tuhan kau beriku tahta atau medali?
Bisa tidak kudapat keduanya?
Sambil tersenyum itu kutanyakan
Dalam duduk, bukan sujud...
Minggu, 15 Mei 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berkata Rindu Ramadan
Sebelum tiba ramadan, selalu kukatakan rindu padanya, saat tiba ramadan, seperti hari biasa kujalaninya.. Apakah ramadanku tak sehikmat itu?...
-
Ketika halaman lama kubuka, betul disitu ada kenangan.Ya jelas tersenyum sendiri, itu karena rindu yang membatu, rindu yang dipaksa diam, o...
-
Tengah malam lewat 14 menit Sekian menit lalu usai dua video isi musik yang dinyanyikan teman lama Menit-menit sebelumnya ada kilasan di pik...
-
Salam satu Jiwa!!! Apa kabar kampungku? Begitulah sapaku dalam hati ketika berhela sejenak sesaat setelah tiba sore kemarin (22/04/11). Perj...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima Kasih untuk kebaikan Anda memperhatikan Saya...