Jumat, 04 Oktober 2019

Kota yang Dulu

Dulu kota tak sejahat kini
Tiada beban semua ringan
Kesana dengan siapa? kesini dengan siapa?
Tak pernah dihiraukan orang-orang
Tak ingin pula kita hiraukan orang-orang

Dulu kota tak sejahat kini
Dengan merdeka pesta bujang tak pernah padam
Bebas menerjang bahagia yang berbeda-beda
Kita senang, kita bangga, tak mengerti sakit hati
Tak pernah mau mengerti sakit hati

Dulu kota tak sejahat kini
Dosa teman kita
Melangkah sejengkal, lemas seharian
Aroma berbeda dari setiap keringat
Hari-hari yang tak hiraukan kebebasan
Tak ada rencana masa depan
Kita hari itu, kita yang bahagia.


Sungguminasa, Jumat, 12.07

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih untuk kebaikan Anda memperhatikan Saya...

Semenit Di Ujung Telepon

 sedihmu adalah hal yang baru sekali kulihat, capekmu bahkan tak pernah kulihat, kami terbangun pagi, masakanmu yang kulihat.. kami bersenda...